Selasa, 04 Oktober 2011

jagung, kedelai dan kacang tanah

1.        Tujuan

1.      Untuk mengetahui klasifikasi tumbuhan, diantaranya pada tumbuhan jagung, kacang kedelai dan kacang tanah.
2.      Mengamati dan mengenal ciri tumbuhan Dikotil/Monokotil.
3.      Serta memenuhi tugas UTS pada mata kuliah Konsep Dasar IPA 2.

2.        Landasan Teori
Kita semua telah mengetahui bahwa Tuhan-lah yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya dengan penuh keanekaragaman. Keanekaragaman dapat ditunjukan melalui persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk yang ditampilkan. Persamaan dan perbedaan dapat dilihat dalam individu maupun antar individu, adanya persamaan ciri yang ditampilkan menunjukan bahwa hubungan kekerabatan tersebut sangat dekat. Kata “keanekaragaman” memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer. Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”.
Jika kita memperhatikan tumbuhan-tumbuhan, maka kita akan menemukan bermacam-macam struktur, bentuk maupun ciri pada tumbuhan, diantaranya ada tumbuhan yang berbatang tinggi, tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak, ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni dan sebagainya, sehingga kita mengenal kata klasifikasi. Klasifikasi ialah suatu cara yang sistematis dalam mempelajari suatu objek dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan ciri dan sifat yang tampak. Apabila kita ingin mengklasifikasikan tanaman, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, diataranya bentuk daun, batang, akar, bunga, biji. Tumbuhan berbiji dikelompokkan menjadi 2 kelas : Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Tumbuhan berbiji tertutup merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang paling banyak ditemui di seluruh permukaan bumi. Tumbuhan Angiospermae meliputi suku Dicotyledonae dan Monocotyledonae.
Monokotil disebut juga tumbuhan berkeping satu atau tunggal kerena memiliki biji yang berkecambah dengan satu daun lembaga. Contoh tumbuhan monokotil adalah padi, gandum, dan jagung. Tumbuhan ini memiliki beberapa ciri, yaitu berakar serabut, batang memiliki ruas-ruas, pertulangan daun sejajar atau melengkung, jumlah mahkota bunga atau kelopak adalah tiga atau kelipatannya, dan batangnya tidak bercabang-cabang.
Dikotil disebut juga tumbuhan berkeping dua,  ciri dikotil, yaitu batangnya kebanyakan bercabang-cabang, daun-daun pada batang atau cabangnya terletak tersebar berhadap-hadapan, tulang daunnya menyirip atau menjari, berakar tunggang, mahkota dan kelopak bunganya berjumlah 2, 4 dan 5.
Berikut adalah bagan tentang perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil:
Monocotyledon
Ciri Umum
Dicotyledon
Panjang, berbentuk pita
daun
Lebar, bervariasi
Sejajar/melengkung
Tulang daun
Menyirip/menjari
Mahkota bunga berjumlah 3 atau kelipatan 3
bunga
Mahkota berjumlah kelipatan 2, 4,5
Tidak bercabang, tidak berkambium
batang
Bercabang, berkambium
Berkas tidak teratur
Pembuluh angkut
Berkas teratur
Serabut
Akar
Tunggang
Graminae (rumput-rumputan): rumput, padi, jagung palmae (palem, kelapa sawit) Musacae (pisang-pisangan)
Contoh
Euphorbiaceae (getah-getahan): karet, ubi kayu, jarak
Papilionaceae (kacang-kacangan)
Solanaceae (terung-terungan): kentang, terung, tomat
Palawija secara harfiah berarti "tanaman kedua". Kata ini kemungkinan berasal dari bahasa Sansekerta: phaladwija ('hasil kedua') dan adalah hasil panen kedua di samping padi. Dalam pengertian sekarang, palawija berarti semua tanaman pertanian semusim yang ditanam pada lahan kering. Biasanya palawija berupa tanaman kacang-kacangan, serealia selain padi (seperti jagung), dan umbi-umbian semusim (ketela pohon dan ubi jalar). Palawija merupakan komoditi strategis setelah padi dalam rangka menunjang diversifikasi pangan bahan industri dan kebutuhan pakan.
3.        Alat dan Bahan

a)      Buku cetak Biologi (tumbuhan dikotil dan monokotil)
b)      Alat tulis
c)      Kamera digital
d)     Tumbuhan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup) yang akan diamati.

4.        Langkah Kerja

a)    Semua anggota kelompok 7 memperhatikan dan mendengarkan pengenalan tempat yang dijadikan observasi, yakni UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija di Jl. Raya Plumbon Km. 12 Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon.
b)   Kelompok kami (kelompok 7) membagi anggota untuk mengikuti pemandu di tiap-tiap tanaman yang akan diamati dan mengamatinya.
c)    Tiap-tiap individu menuliskan hasil pengamatan baik dari penyampaian pemandu mapun dari pengamatan langsung dengan meliat daun, batang, akar dan bunganya.
d)   Selain menuliskannya, diambil pula gambar atau fotonya sebagai bukti pengamatan yang telah dilakukan.

5.        Hasil Pengamatan
Pada kegiatan observasi kami di UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija. Di Jl. Raya Plumbon Km. 12 Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, dimana di UPTD tersebut terdapat bermacam-macam tanaman palawija di antaranya jagung, kacang tanah, dan kacang kedelai. Pengamatan tersebut sangat memberikan manfaat kepada kami sebagai calon pendidik. Berikut adalah hasil pengamatan beberapa tumbuhan palawija yang sudah kami susun.
1)   Tanaman Jagung
By : Mutmainah

Pada pengamatan saya, saya mengamati Jagung (Zea mays L.). Dari penjelasan Ir. H. Wandi Ruswandi, M.Si selaku pengurus UPTD Pengembangan Benih Palawija, serta buku-buku biologi tentang klasifikasi angiospermae dan situs-situs internet yang saya jadikan referensi, berikut adalah laporan hasil penbelitian saya. Jagung merupakan tanaman semusim (annual),  satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Jagung termasuk kedalam suku Poaceae (rumput-rumputan). Jagung dapat tumbuh mencapai ketinggian 1-3 meter. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini[1].
a.         Klasifikasi pada Zea mays:
Kingdom        :         Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   :         Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    :         Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi              :         Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               :         Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas       :         Commelinidae
Ordo               :         Poales
Famili              :         Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus             :         Zea
Spesies            :         Zea mays L.
b.        Akar pada Zea mays
Menurut referensi yang saya baca, akar jagung (Zea mays) tergolong akar serabut, pada saat penelitian jagung, pembimbing juga menunjukan bentuk akar jagung dengan mencabut salah satu jagung yang ada di area tersebut, dan hasilnya memang benar, jagung termasuk tumbuhan yang memiliki akar serabut, beliau juga mengatakan bahwa akar jagung bisa mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
c.         Batang pada Zea mays
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, batangnya pun beruas-ruas dan tidak bercabang. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku dan batang jagung cukup kokoh.
d.        Daun pada Zea mays
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang seperti pita. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut.
Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun[2].
e.         Bunga pada Zea mays
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).

Kesimpulan:
Berdasarkaan klasifikasi tanaman jagung (Zea mays) diatas dengan melihat ciri-ciri dari perbedaan anatara monokotil dan dikotil dapat disimpulkan bahwa jagung tergolong tumbuhan palawija dan termasuk ke dalam jenis tumbuhan monokotil, karena mempunyai ciri-ciri seperti:
a)      Akarnya serabut
b)      batangnya beruas-ruas
c)      Daun yang panjang dan berbentuk pita
d)     tulang daunnya sejajar/melengkung.

2)        Tanaman Jagung
By : Deden Burhanudin

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
a. Klasifikasi Tanaman :
Kingdom    :           Plantae (Tumbuhan
Divisi  :    Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas   :    Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas   :           Commelinidae
Ordo   :    Poales
Famili :    Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus  :    Zea
Spesies     : Zea mays L.

b. Tanaman Jagung dilihat dari Akar
Akar jagung tergolong akar serabut, pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
c. Tanaman jagung Dilihat dari Batang
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, dan beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak  banyak mengandung lignin.

d. Tanaman Jagung Dilihat dari daun
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang, dan tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut.

e. Tanaman jagung Dilihat dari Bunga
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious).
Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).

Kesimpulan:
Tumbuhan jagung mempunyai ciri-ciri seperti: Daun yang panjang dan berbentuk pita, tulang daunnya sejajar/melengkung, batangnya tidak bercabang/tidak berkambium dan akarnya serabut. Jadi, jagung merupakan tumbuhan monokotil.


3)        Kacang Kedelai
By : Dewi Andriani

Kedelai dikenal dengan berbagai nama: sojaboom, soja, soja bohne, soybean, kedele, kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning (aceh) dan gadelei. Berbagai nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia.
Kedelai merupakan tanaman semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah.
Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga.
a.         Klasifikasi Kedelai
Kerajaan       :    Plantae
Filum            :    Magnoliopyta
Ordo             :    Fabales
Famili           :    Fabacea
Upafamili     :    Faboideae
Genus           :    Glicyne
                          (Dalam) Merr
Spesies          :    Glycine max
                          Glicyne soja

b.        Biji Kedelai

Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endospperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.

c.         Akar Kedelai

Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air.

d.        Batang Kedelai

Kedelai berbatang dengan tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 sampai 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas (semi-indeterminate).
Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah.
Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya.

e.         Daun

Daun tumbuhan kedelai menjari, Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi.
f.          Bunga

Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong.

g.         Buah
Buah kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman.
Kesimpulan :
Jadi, dapat saya simpulkan bahwa tanaman kedelai adalah termasuk tanaman dikotil karena tanaman kedelai ini memiliki akar yang tunggang, batang yang bercabang, bunga yang bermahkota 2, dan daun yang menjari.
4)        Kacang Kedelai
By : Elsa Halimatussa’diyah

Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.
Kedelai merupakan tanaman dikotil semusim dengan sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini berbunga.
a.      Klasifikasi Kedelai
Kerajaan              :    Plantae
Filum                   :    Magnoliopyta
Ordo                    :    Fabales
Famili                   :    Fabacea
Upafamili             :    Faboideae
Genus                  :    Glicyne
                                 (Dalam) Merr
Spesies                 :    Glycine max
                                 Glicyne soja
b.      Biji Kedelai
Biji kedelai berkeping dua, warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih.
c.       Akar Kedelai
Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar.
Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).
d.      Batang Kedelai
Kedelai batangnya bercabang, batang dapat membentuk 3 sampai 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali.
e.       Daun
Daun tumbuhan kedelai menjari, Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi.
f.       Bunga
Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih.
Kesimpulan :
Seperti yang telah diuraikan diatas, kedelai ini memiliki akar yang tunggang, batang yang bercabang, , dan daun yang menjari. Jadi, kedelai termasuk tumbuhan dikotil.

5)        Kacang Tanah
By : Zahrotul Jannah

Kacang tanah, kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala (bahasa Yunani: Arachis hypogaea L., bahasa Inggris: peanut, groundnut) merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil. Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu.
a.    Klasifikasi Kacang Tanah
Kerajaan              :    Plantae
Divisi                   :    Tracheophyta
Ordo                    :    Leguminales
Famili                  :    Fabacea
Upafamili            :    Papilionaceae
Genus                  :    Arachis
Spesies                 :    Arachis hypogaea L.

b.   Biji Kacang Tanah
Biji kacang tanah berkeping dua, dibungkus oleh kulit biji, yang isi biji di tiap polongnya tergantung jenis varietasnya.
c.    Akar Kacang Tanah
Kacang tanah berakar tunggang.
d.   Batang Kacang Tanah
Batang dari pangkal besar makin ke atas makin kecil dan batangnya pun bercabang
e.    Daun
Daun kacang tanah berbentuk lebar dengan tulang daun menyirip.
f.     Bunga
Bunga kacang tanah memiliki dua mahkota bunga
Kesimpulan :
Berdasarkaan klasifikasi tanaman kacang tanah diatas dengan melihat ciri-ciri dari perbedaan anatara monokotil dan dikotil dapat disimpulkan bahwa kacang tanah tergolong tumbuhan palawija dan termasuk ke dalam jenis tumbuhan dikotil.

6.        KESIMPULAN
Setelah kami melakukan pengamatan di UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija di Plumbon, berikut adalah kesimpulan yang kami peroleh:
  1. Klasifikasi ialah suatu cara yang sistematis dalam mempelajari suatu objek dengan memperhatikan persamaan dan perbedaan ciri dan sifat yang tampak.
  2. Untuk membedakan tumbuhan dikotil dan monokotil, kita bisa memperhatikan bentuk akar, batang, daun, bunga serta bijinya.
  3. Jagung merupakan tumbuhan monokotil
  4. Kacang kedelai dan kacang tanah merupakan tumbuhan di kotil


[2] Ristasa, Rusna. 2004. Biologi SMP VII. Bandung : Lubuk Agung. Hlm. 75.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar