Minggu, 23 Oktober 2011

”Rencana Pembangunan Sekolah SMP Unggulan”


1.        Pengertian Sekolah Unggulan
Sekolah unggulan yang sebenarnya, adalah sekolah yang dibangun secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya oleh pemegang otoritas pendidikan. Keunggulan akan dapat di capai apabila seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal.
Berarti tenaga pendidik, tenaga administrasi, pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan penjaga sekolah pun harus dilibatkan secara aktif, karena sumber daya tersebut akan menciptakan iklim sekolah yang mampu membentuk keunggulan sekolah. Kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi siswa seoptimal mungkin, serta seimbang.
Jadi menurut kami, sekolah unggulan adalah sekolah yang dapat memanfaatkan dan melibatkan secara aktif seluruh sumber daya sekolah dalam memberikan pelayanan kepada siswa secara maksimal, baik dalam pelayanan akademik maupun nonakademik yang kesemuanya menunjang pada proses tercapainya pendidikan sekolah dan pendidikan nasional.

2.        Landasan Yuridis Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Di Indonesia penyelenggaraan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berpijak pada beberapa peraturan perundang-undangan sebagai landasan yuridis diantaranya Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. [1]
Selain UU No. 20 tahun 2003 landasan lainnya ialah UU No.25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Tahun 2000-2004 yang didalamnya memuat bahwa salah satu program pendidikan pra-sekolah, pendidikan dasar dan pendidikan menengah adalah terwujudnya pendidikan berbasis masyarakat/sekolah. Melalui pendidikan berbasis masyarakat/sekolah inilah warga sekolah akan memiliki kekuasaan penuh dalam mengelola sekolah. Setiap sekolah akan menjadi sekolah unggulan apabila diberi wewenang untuk mengelola dirinya sendiri dan diberi tanggung jawab penuh. [2]


3.        Perencanaan Sekolah SMP Unggulan
Sebelum kita menginjak pada proses pembanguna sekolah tentunya kita harus merencanakan terlebih dahulu, karena kegiatan apapun perlu direncanakan dengan baik, sehingga semua kegiatan terarah pada tercapainya tujuan, dan perencanaan harus dibuat dengan sebaik-baiknya. Hal yang perlu diperhatikan sebelum kita membangun sekolah ialah pangsa pasar, letak geografis sekolah dan adanya yayasan  selaku penyedia dana.

3.1         Pangsa Pasar
Pangsa pasar ialah melihat kebutuhan masyarakat, dalam membangun sekolah hendaknya kita melihat kebutuhan dan lingkungan masyarakat sekitar, karena pada dasarnya sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani angota-anggota masyarakat dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu dirasa penting kita membangun sekolah sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebagai contoh, di kecamatan A data menunjukan jumlah murid sekolah dasar mencapai 1200 anak, sedangkan sekolah SMP/sederajat dikecamatan tersebut hanya ada 3 sekolah saja, maka daerah tersebut tepat jika kita mendirikan sekolah disana karena jumlah murid tidak sebanding dengan jumlah sekolah yang ada. Akan tetapi, selain melihat kebutuhan masyarakat kita lihat juga lingkungan masyarakat sekitar. Misalnya, dilingkungan rersebut mayoritas beragama islam tentunya kita tidak mungkin membangun sekolah yang diperuntukkan bagi orang-orang diluar islam. Karenanya, jelaslah bawah kebutuhan dan lingkungan masyarakat sangat mempengaruhi dalam pembangunan sekolah.

3.2         Letak Geografis Sekolah
Dalam pembangunan sekolah, apalagi sekolah unggulan hendaknya kita bisa memilih letak yang strategis dalam pembangunan sekolah, hal ini penting karena letak sekolah secara tidak langsung mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bersangkutan. Misalnya saja, sekolah dibangun disamping pasar tradisional, secara tidak langsung kegiatan belajar mengajar akan terganggu dengan suara-suara gaduh dari luar yang tentunya mengganggu konsentrasi belajar siswa maupun konsentarasi mengajar guru. Oleh karena itu, pemilihan letak sekolah hendaknya dapat dipertimbangkan baik-baik.

3.3         Yayasan
Yayasan ialah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan yang bersifat sosial, keagamaan maupun kemanusiaan. Keberadaan yayasan di dalam pendidikan terutama dalam pembangunan sekolah-sekolah sangatlah penting. Yayasan dalam hal ini sebagai pelaku manajemen

4.        Pembangunan Sekolah SMP Unggulan
Setelah semua terencana dengan baik, tahap selanjutnya adalah pembangunan. Pembangunan sekolah SMP unggulan sedikit berbeda dengan pembangunan sekolah SMP yang biasa, sekolah unggulan harus memiliki banyak fasilitas yang tentunya dapat menunjang tercapainya kegiatan belajar mengajar, dengan kata lain, selain memberikan keunggulan dalam pelayanan kepada siswa tentunya kan menunjang pula pada keunggulan akademik siswa.
Pembangunan sekolah dimulai dengan pembuatan ruang-ruang yang difungsikan secara maksimal, misalnya, ruang kelas yang luas dan banyaknya disesuaikan dengan banyaknya murid, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang organisasi, Ruang BK dibuat senyaman mungkin agar para pendidik dan kependidikan dapat nyaman dalam bekerja. Fasilitas seperti laboratorium, baik laboratorium IPA maupun laboratorium bahasa serta gedung seni dan gedung olah raga haruslah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Adanya perpustakaan dengan berbagai macam koleksi buku dalam menunjang pendidikan, tempat ibadah, aula, taman, lapangan olah raga, dan kamar mandi di setiap lantainya. ruang UKS, ruang OSIS, ruang komite sekolah, ruang koperasi sekolah, serta tempat parkir.
Penyediaan media belajar seperti buku, OHP, infocus serta media belajar lain, haruslah disediakan dan digunakan semaksimal mungkin agar tercapainnya keunggulan dalam akademik.

5.        Pengorganisasian
5.1 Pembentukan Organisasi Sekolah
Organisasi dapat diartikan sebagai memberi struktur atau susunan terutama dalam penyusunan/penempatan orang-orang dalam suatu kelompok, atau berarti juga menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajiban-kewajiban, hal-hak dan tanggung jawab masing-masing di dalam struktur yang telah ditentukannya. Dalam merencanakan pembangunan sekolah unggulan diharuskan adanya pembentukkan pengurus sekolah, pembentukkan pengurus sekolah harus disusun dalam bentuk organisasi sekolah yang baik karena tugas guru tidak hanya mengajar saja, pegawai-pegawai tata usaha, pesuruh dan penjaga sekolah semuanya harus bertanggung jawab dan diikutsertakan dalam menjalankan roda sekolah tersebut secara keseluruhan agar tidak terjadi overlapping (tabrakan) dalam memegang atau menjalankan tugasnya masing-masing.
Pembagian tugas seksi-seksi disesuaikan dengan kecakapan dan kemampuan guru masing-masing. Selain itu, perlu dilengkapi dengan job description yang jelas dan terinci yang akan disusun melalui rapat secara musyawarah. Setiap bagian atau seksi diharuskan membuat “rencana kerja” terinci yang akan dilaksanakan selama satu tahun ajaran agar setiap rencana masing-masing bagian atau seksi tidak bertumburan satu sama lain, dan harus merupakan satu kesatuan yang harmonis dan disesuaikan dengan program-program sekolah.
5.1         Pemilihan Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Sama halnya dengan pembentukan pengurus sekolah, pemilihan tenaga pendidik dan kependidikan yang baik sangatlah penting dalam menunjang proses belajar mengajar terutama bagi sekolah unggulan. Tenaga pendidik dalam hal ini ialah guru sedangkan tenaga kependidikan yakni pegawai-pegawai sekolah lain yang termasuk juga tukang kebun dan satpam.
Dalam pengembangan pembelajaran unggulan tidaklah mudah, haruslah memperstaratkan guru yang juga bernilai keunggulan. Semua komponen dalam proses belajar mengajar, materi, sarana & prasarana tidak akan banyak memberikan dukungan yang maksimal bagi pembelajaran unggulan tanpa didukung oleh keberadaan guru yang profesional.
Guru yang profesional ialah guru yang secara kontinu berupaya mewujudkan gagasan, ide & pemikiran dalam bentuk prilaku yang baik dalam tugasnya sebagai pendidik. Guru merupakan unsur manusiawi yang sangat menentukan unsur keberhasilan pendidikan. (Adler, 1982)

6.        Pengembangan Sekolah Unggulan
Setelah semua komponen sekolah terbentuk, dari mulai gedung, fasilitas, organisasi yang jelas, tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, yang harus dilakukan selanjutnya adalah sekolah membuat silabus sesuai kurikulum, promosi dan sosialisasi, kegiatan belajar mengajar, dan terakhir sekolah menjalin hubungan dengan masyarakat.

6.1         Membuat Silabus Sesuai Kurikulum
a.         Pengembangan dalam rangka merintis sekolah unggulan
Dalam setiap kegiatan belajar mengajar sudah tentu harus mempunyai perencanaan yang seuai dengan pendidikan secara umumnya, maka dari iu mentri pendidikan Indonesia dalam rangka menyeragamkan proses pembelajaran di Indonesia di samakan secara nasional guna memperoleh keselarasan baik dalam kurikulum ataupun silabusnya.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indicator, penilaian, alokasi waktu dan sumner pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar. Pada hakekatnya pengembangan silabus harus mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut :
a)   kompetensi apakah yang harus dimiliki oleh peserta didik?
b)   bagaimana cara membentuk kompetensi tersebut?
c)   bagaimana mengetahui bahwa pesertadidik telah memiliki kompetensi itu?

Dengan demikian silabus yang pengembangannya di serahkan kepada guru akan berbeda antara satu guru dengan guru yang lain, baik dalam satu daerah ataupun dalam daerah yang berbeda. Namun demikian dengan memperhatikan hakekat silabus diatas, suatu silabus minimal memuat enam komponen utama, yakni : (1) standar kompetensi (2) kompetensi dasar (3) indicator (4) materi standar (5)standar proses (kegiatan belajar-mengajar), dan standar penilaian. Pengembangan komponen-komponen tersebut merupakan kewenangan mutlak guru, termasuk pengembangan formea silabus, dan penambahan komponen-komponen lain dalam silabus diluar komponen minimal. Smakin rinci silabus, semakin membantu memudahkan guru dalam menjabarkannya kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
b.         Prinsip pengembangan silabus
Pengembangan silabus sepenuhnya diserahkan kepada setiap satuan pendidikan, khususnya bagi yang sudah mampu melakukannya. Oleh karena itu setiap satuan pendidikan diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam mengembangkan silabus seuai dengan kondisidan kebutuhan masing-masing. Agar pengembangan silabus yang dilakukan oleh setiap satuan pendidikan tetap berada dalam bingkai pengembangan kurikulim nasional (Standar Nasional), maka perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan silabus. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
a.        Ilmiah
Pengembangan silabus harus dilakukan dengan prinsip ilmiah, yang mengandung arti bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
b.        Relevan
Relevan dalam silabus mengandung arti bahwa ruang lingkup, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus disesuaikan dengan karakteristik peseerta didik yakni :tingkat perkembangan intelektual, social, emosional dan spiritual pesrta didik.
c.         Fleksibel
Fleksibel dalam silabus dapat dikaji dari dua sudut pandang yang berbeda, yakni fleksibel sebagai suatu pemikiran pendidikan dan fleksibel sebagai kaidah dalam penerapan kurikulum.
d.        Kontinuitas
Kontinuitas atau kesinambungan mengandung arti bahwa setiap program pembelajaran yang dikemas dalam silabus memiliki keterkaitan satu sama lain dalam membentuk kompetensi dan pribadi peserta didik.
e.         Konsisten
Pengembangan harus secara konsisten mengandung arti bahwaantara standar kompetensi, kompetensi dasar, indicator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan system penilaian memiliki hubungan yang “ajeg” dalam membentuk peserta didik.

6.2         Promosi dan Sosialisasi
Dalam rangka sosialisasi banyak sekali yang bisa dilakukan, dan sudah tentu baik orang tua murid maupun pribadi si murid tersebut ingin melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya (SMP) kepada sekolah yang mempunyai kompetensi dan mempunyai karakterr serta prestasi-prestasi yang tinggi dan tidak diragukan lagi,serta para pesrta  didik mampu bersaing secara sehat baik dengan murid yang lain maupun dengan kemajuan teknologi yang makin hari makin berkembang pesat.
Memang dalam tahap pengembangan, rintisan atau membuat sekolah unggulan harus memenuhi beberapa tahap dan tingkatan, yang dimana tingkat ini cukup memerlukan proses yang cukup panjang dan cukup berat diantara proses yang lain yaitu sosialisasi dan promosi.
Banyak sekali cara mempromosikan namun diperlukan pemikiran dan kretativitas didalamna, sehingga mampu menarik khalayak banyak terutama kaum terdidik dalam rangka meneruskan sekolah ke jenjang SMP.
Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam rangka mempromosikan atau mensosialisasikan sekolah, baik secara persuasive atau secara prestasi. Dan semuanya itu dilakukan dengan penuh sungguh sungguh dan tingkat intensitas yang sangat tinggi, diantaranya adalah :
a.    Silaturahmi
Dalam rangka sosialisasi sekolah ini salah satunya dengan Silaturahmi, ini mengandung arti dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara besar besaran ataupun dor to dor (ke setiap sekolah). Missal seperti :
a)    Sosialisasi kesetiap sekolah SD dan memberikan motivasi-mitivasi kepada mereka sehingga mereka mau melanjutkan pendidikannya dan masuk ke sekolah tersebut.
b)   Mengadakan kegiatan rutin tahunan di sekolah tersebut yang didalamnya ada perlombaan yang para pesertanya dari SD di wilayah tertentu sehingga para calon murid SMP tersebut simpatik dan tau baik system, pembelajaran, prestasi yang didapat, ataupun fasilitas yang ada di sekolah tersebut sehingga mampu menarik para peserta didik untuk masuk dan belajar di sekolah tersebut.
c)    Membuat pamphlet-pamplet atau spanduk di jalan-jalan atau depan gerbang sekolah setiap SD yang didalamnya di publikasikan keunggulan sekolah tersebut yang pada akhirnya menarik mereka untuk segera mendaftarkan diri di sekolah tersebut, dan masih banyak lagi yang lainnya.

b.   Pendekatan persuasive kepada guru
Maksud pendekatan disin mengandung arti bahwa mengajak para guru untuk bekerja sama dengan sekolah SMP tersebut untuk meminta supaya mengajak anak didiknya sekolah di sekolah unggulan tersebut guna mencetak generasi di masa depan yang cerdas dan gemiliang serta siap aktif dan mampu mengabdikan diri secara sempurna dimasyarakat.dan masih banyak cara mensosialisasikannya entah itu dengan iklan di TV,Radio, ataupun Koran-koran yang mampu mengajak kepada setiap orangtua murid untuk menyekolahkan anaknya di sekolah unggulan tersebut.
6.3         Kegiatan Belajar Mengajar
Dalam rangka merintis atau mengembangkan sekolah unggulan sudah barang tentu harus sesuai dan mampu bersaing dengan sekolah yang lain, apalagi jaman sekarang sekolah baik SMP, MTS, Yayasan baik yyang negri ataupun yang swasta itu sudah barang tentu menjadi saingan yang patut untuk dipertimbangkan dalam dan oleh setiap sekolah, maka dari itu supaya sekolah menjadi menarik maka sekolah tersebut harus mempunyai karakter atau cirikhas tertentu agar mampu membedakan dan berbeda dengan sekolah yang lainnya yang akhirnya sekolah tersebut diminati oleh setiap peserta didik.
Proses merintis atau membuat sekolah ungulan harus dipersiapkan segala sesuatunya, terutama semua kegiatan yang harus ada pada sekolah tersebut terutama kegiatan belajar mengajar yang menjadi point inti pada setiap lembaga pendidikan.
Kegiatan belajar mengajar harus menjadi persoalan dan harus di pertimbangkan, maka dalam pembuataan sekolah unggulan proses belajar mengajarnyapun harus unggulan, baik fasilitas, sarana dan prasarana yang dapat menunjang pada keberhasilan proses belajar mengajar.
Biasanya sekolah unggulan tidak hanya mengembangkan kegiatan intra (proses belajar-mengajar) tapi juga mengedepankan ekstrakulikuler juga yang mampu meunjang dan mewadaho dari setiap kretifitas dan bakat serta minat dari setiap peserta didik,
Maka dalam rangka membuat sekolah unggulan harus seimbang (Balance) diantara intra dan ekstra kulikulernya, guna memperoleh sekolah yang unggul, serasi, selaras dan seimbang.
6.4         Menjalin Hubungan
Setiap sekolah terutama sekolah unggulan harus mampu berkomunikasi dan berhubungan baik dengan sesama, baik dengan sesame murid, guru-guru, terutama terhadap masyarakat sekitar dan masyarakat luas umumnya agar sekolah tersebut diakui oleh khalayak banyak serta ke mashurannya dapat di jadikan sebagai nilai plus kepada setiap lapisan masyarakat.
Sekolah yang unggul merupakan sekolah yang mampu berinteraksi dan berhubungan baik dengan warga atau masyarakat, yang dimana itu merupakan sebuah figur dan merupakan contoh dari sekolah-sekiolah lainnya guna memperoleh kebaikan dan dukungan dari masyarakat juga, karena tanpa masyarakat sekolah unggulan tidak akan di sebut unggulan, maka tentu ada hubungan timbale balik di antara keduanya agar memperoleh situasi dan kondisi yang harmonis diantara keduanya. Selain mayarakat, sekolah juga hendaknya dapat menjalin hubungan dengan sesama sekolah baik SD, SMP bahkan SMA, serta beberapa lembaga instalasi yang menunjang pendidikan seperti lembaga kursus dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar